Puisi
Kupahat Langit Dengan Kerinduan Senja itu aku berdiri di atas bukit Seraya menatap langit yang teramat luas Dengan membawa setumpuk rindu Yang tak pernah usai Ingin kupahat langit dengan kerinduan Dalam hening dan sunyi Kupahat dengan palu kesabaran yang tulus dan ikhlas Saat malam tiba kerlip bintang menjadi serpihan doa doa Yang berasal dari dalam relung dadaku Rindu ini bukan sekadar jarak Ia adalah waktu yang menebal di antara detak dan napas Ia adalah langkah-langkah yang tak pernah sampai Namun tak pernah berhenti berjalan Ingin kupahat langit dengan kerinduan Hingga hujan perlahan turun membasahi relung hatiku Barangkali itulah caramu menjawab hadir sebagai titik-titik hujan yang menyentuh tanpa terlihat Jika suatu hari nanti Fajar menyinysing di ufuk timur Dan cahayanya menyusup ke sela-sela kerinduan Saat itu aku ingin menemukanmu di sana Pada warna jingga yang kita sebut sebagai masa depan Hingga saat itu tiba Biarlah aku terus memahat lang...