Mengkritisi Strategi Coach Mauricio Souza
Selamat pagi sobat,
Semen Padang secara dramatis sukses menaklukkan Persija Jakarta dengan skor tipis 1-0 dalam laga pekan ke-15 kompetisi BRI Super League 2025-2026 yang berlangsung di Stadion Gelora Haji Agus Salim, Padang pada hari Senin (22/12/2025) malam WIB.
Satu satunya gol yang membawa kemenangan klub berjuluk Kabau Sirah ini hasil dari gol bunuh diri pemain Persija Jakarta Jordy Amat pada menit ke-82.
Banyak drama dalam pertandingan kali ini dan adanya beberapa keputusan kontroversial dari wasit Steven Yubel Poli yang memimpin jalannya pertandingan.
Namun demikian, ulasan saya di pagi ini tidak membahas tentang banyak drama maupun keputusan kontroversial yang terjadi.
Kali ini saya mengkritisi strategi yang dijalankan oleh coach atau pelatih Persija Jakarta Mauricio Souza yang untuk selanjutnya saya sebut dengan coach MS.
Mauricio Souza - instagram.com/persija
Sorotan pertama saya adalah starting IX Persija Jakarta yang memainkan pemain muda Figo Dennis sebagai starter.
Banyak pendukung Persija Jakarta termasuk saya bertanya-tanya kenapa harus Figo Dennis yang menggantikan Van Basty Sousa yang harus absen karena akumulasi kartu kuning.
Tampilnya Figo Dennis sebagai starter adalah untuk kali pertama dan berperan sebagai gelandang bertahan yang bertugas mematahkan serangan lawan begitu masuk jantung pertahanan.
Tadinya saya berfikir tanpa adanya Hanif Syahbandi yang masih pemulihan cedera, coach MS bakal menempatkan Jordy Amat atau Dony Tri Pamungkas di posisi gelandang bertahan dan berduet dengan Fabio Calonego.
Memang ada sosok pemain asing Gustavo Franca namun pemain ini bertipe gelandang serang ealaupun bisadaja kalau mau fomainkan sebagai gelandang bertahan.
Di posisi gelandang bertahan ini kedalaman skuad Persija Jakarta memang tak imbang karena banyak diisi oleh pemain muda seperti Figo Dennis.
Saya berusaha memaklumi keputusan coach MS memainkan Figo Dennis sebagai upaya memberikan menit bermain kepada yang bersangkutan.
Saat pertandingan babak pertama sudah dimulai, pemain muda yang petnah memperkuat timnas Indonesia U17 ini terlihat tampil dengan agresif namun tidak tenang sehingga cenderung bermain keras. Dan benar saja, Figo Dennis sudah kena kartu kuning dan kembali kena kartu kuning saat berusaha merebut bola yang terlepas dari kakinya. Figo Dennis pun diganjar kartu merah oleh wasit dan Persija Jakarta harus bermain dengan 20 pemain.
Bila saja tidak kena kartu merah, Figo Dennis ada kemungkinan bakal diganti oleh coach MS di babak kedua.
Babak pertama skor masih imbang 0+0.
Selanjutnya saya menyoroti saat pertandingan memasuki babak kedua. Kalah dalam jumlah pemain, Persija Jakarta masih tampil dominan dan tak terlihat ada kekosongan di lini tengah karena secara bergantian Rizky Ridho dan Jordy Amat mengambil peran sebagai gelandang bertahan
Coach MS belum melakukan pergantian pemain karena permainan masih dikuasai Persija Jakarta.
Pergantian pemain baru dilakukan di menit ke-74 dengan memasukkan Arlyansyah menggantikan Witan Sulaeman. Masuknya Arly memang membuat serangan Persija Jakarta lebih berbahaya di sisi sayap.
Sementara Eksel Runtukahu seperti terisolasi dengan penjagaan ketat dari lini belakang Semen Padang sehingga terlihat Eksel tampil di bawah peforma terbaiknya.
Menurut saya, Eksel Runtukahu seharusnya sudah diganti oleh Ryo Matsumura yang memang sudah siap tampil dan bermain di sisi sayap dan menggeser Maxwell Souza ke posisi striker sementara Allano Lima bermain lebih bebas atau free role.
Saat Persija Jakarta sudah tertinggal sejak menit ke-82, coach MS tak juga melakukan pergantian pemain lagi dan baru memasuki menit injury time terjadi penggantian pemain dan situasi juga semakin panas karena pemain Persija Jakarta Fabio Calonego terkena kartu merah langsung dari wasit.
Bermain dengan 9 pemain pun, Persija Jakarta masih tampil menyerang dan mampu mencetak gol di menit akhir injury time meskipun gol tersebut dianulir wasit.
Kalau saya boleh berandai andai, memasuki menit ke-60 coach MS harusnya sudah melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Ryo Matsumura menggantikan Eksel Runtukahu sehingga Ryo dan Witan yang sudah lama bermain bersama menjadi ujung tombal serangan dari kedua sisi sayap dan menempatkan Maxwell Souza sebagai striker sedangkan Allano Lima berposidi sebagai free role atau sebagai second striker.
Kedua wing back bisa juga diganti, Alan Cardoso masuk menggantikan Dony Tri Pamungkas dan Rio Fahmi masuk menggantikan Bruno Tubarao.
Dalam situasi dead lock seharusnya sudah ada pergantian beberapa pemain sejak menit ke-60 bukan baru menit ke-74 dan itu pun cuma satu pemain yang diganti.
Entah strategi apa yang ingin didapatkan coach MS dengan cara pergantian telat seperti itu ? Atau ada situasi yang mengacaukan strategi yang sudah direncanakan coach MS seperti adanya kartu merah Figo Dennis di babak pertama ?
Persija Jakarta memang tidak kalah secara permainan di laga ini bahkan ketika terjadi gol bunuh diri Jordy Amat, permainan Persija Jakarta seperti tak terpengaruh dan terus bermain menyerang.
Namun situasi menyerang memang harus ada pemain baru yang lebih bertenaga dan punya kemampuan akselerasi yang tinggi seperti Ryo Matsumura atau Arlyansyah.
Sayang sekali Persija Jakarta tidak mampu mengambil poin di laga tandang kali ini.
Mudah mudahan di laga berikut melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC, coach MS mampu meracik strategi yang lebih baik dan tak terlambat dalam melakukan pergantian pemain.
#GuePersija ..
#PersijaSelamanya ..
Starting IX - instagram.com/persija
Sekali Layar Terkembang Surut Kita Berpantang ..
Sobat, ijinkan saya menyampaikan sebuah pantun sebelum saya undur diri :
Kak Mawar Bisa Sekolah Gratis
Karena Dapet Bea Siswa
Persija Kalah Secara Dramatis
JakMania Pun Sangat Kecewa
***
Selamat beraktivitas ..
Salam sehat .
Salam Damai ..
NH
Depok, 25 Desember 2025



Komentar
Posting Komentar