Pemimpin, Beri Tuntunan Bukan Tontonan
Selamat pagi sobat,
Cerita pagi hari ini saya sedikit mengulas perilaku seorang pemimpin dalam memimpin sebuah institusi ataupun organisasi.
Seorang pemimpin bisa lahir dari sebuah pemilihan atau bisa juga lahir dari penunjukkan. Banyak faktor yang bisa membuat seseorang tampil sebagai pemimpin. Bisa karena kualitas diri seperti kecerdasan dan kecerdikan. Bisa juga karena dipersiapkan sejak awal. Atau karena faktor lainnya.
Yang pasti ketika seseorang itu sudah disebut sebagai pemimpin maka dia harus tahu betul apa yang harus diperbuatnya.
Misalnya, dia memimpin sebuah Organisasi Kemasyarakatan maka setidaknya dia harus tahu dan paham isi dari Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga dan segala peraturan yang ada di Organisasi Kemasyarakatan tersebut.
Sehingga ketika dia memimpin organisasi kemasyarakatan tersebut maka dia akan menjadi tuntunan dari orang orang yang dipimpinnya.
Makna dari tuntunan di sini adalah bahwa seorang pemimpin harus bisa memberi petunjuk, harus bisa memberi pedoman dalam memimpin. Petunjuk atau pedoman yang disampaikan oleh seorang pemimpin tersebut harus selaras atau sejalan dengan peraturan yang telah disepakati bersama.
Petunjuk atau pedoman yang disampaikan oleh seorang pemimpin harus ditepati dengan tindakan atau program yang nyata. Dalam arti di sini bahwa seorang pemimpin jangan sekali kali ingkar janji atau berbohong dalam memberikan tuntunan.
Kemudian pemimpin yang lahir dari pemilihan biasanya suka memberikan tontonan. Yang dimaksud dengan tontonan di sini adalah bahwa seorang pemimpin ingin dikenal lebih dekat dengan cara melakukan aktivitas yang bersentuhan langsung dengan orang orang yang dipimpinnya.
Tontonan bisa berujung positif apabila yang dilakukan oleh seorang pemimpin selaras dengan apa yang dituntunnya.
Namun tontonan bisa juga berujung negatif apabila yang dilakukan hanya untuk sekedar mencari sensasi murahan atau untuk menutupi kekurangannya saja.
Atau bisa juga berujung negatif apabila tontonan yang ditunjukkan tersebut dilakukan secara berlebihan, lebay kalau kata anak milenial dan apalagi bila tontonan sudah diskenariokan sebelumnya bak sebuah drama sinetron.
Oleh karena itu, seorang pemimpin sebaiknya lebih mengutamakan memberi tuntunan dan bukan hanya sekedar memberi tontonan.
Jadilah seorang pemimpin yang memberikan tuntunan dengan berpedoman : ing ngarso sung tulodo, ing madyo mbangun karso lan tut wuri handayani ..
Semoga bermanfaat ..
Sekali Layar Terkembang Surut Kita Berpantang ..
Sobat, ijinkan saya menyampaikan sebuah pantun sebelum saya undur diri :
Mang Didu Kerja Di Bukopin
Sebagai Petugas Keamanan
Berlakulah Sebagai Seorang Pemimpin
Yang Memberi Tuntunan Bukan Tontonan
***
Selamat beraktivitas ..
Salam sehat .
Salam Damai ..
NH
Depok, 26 Desember 2025

Komentar
Posting Komentar