Soka, Kembang Kenangan
Selamat pagi sobat,
Tanggal 22 Desember 2025 lalu, saya melihat tanaman Soka di halaman depan rumah muncul bunganya berwarna merah. Tanaman Soka ini kembangnya yang berukuran besar dan memang kerap berbunga.
Dokumen pribadi
Sementara di sebelahnya juga terdapat beberapa tanaman soka dengan jenis kembang berukuran sedang dengan warna merah, kuning dan oranye. Namun beberapa tanaman Soka ini sangat jarang berbunga, entah kenapa padahal sudah kena sinar matahari di pagi hari.
Tanaman Soka yang saya tanam di halaman depan rumah ini adalah hasil stek dari batang yang saya ambil dari tanaman Soka yang tumbuh subur di halaman depan rumah orang tua di kompleks militer Cijantung 2.
Tanaman Soka yang tumbuh di halaman depan rumah orang tua ini memiliki kenangan tersendiri bagi diri saya.
Adanya tanaman Soka di halaman depan rumah orang tua berawal di tahun 1982 saat halaman depan rumah orang tua dibuat taman oleh seorang ahli taman teman kakak.
Beberapa bulan setelah taman dibuat, ada beberapa bagian taman yang tanamannya cenderung mau mati, maklum saat itu tengah musim panas sehingga tanaman yang kurap asupan air bisa mati.
Kemudian saya berinisiatif untuk mengganti tanaman yang mau mati itu dengan tanaman Soka lewat cara stek, mengambil batang batang dari tanaman soka yang tumbuh di halaman rumah kawan yang tinggal di kompleks militer Cijantung 2 bahkan ada yang saya ambil batangnya dari tanaman Soka yang tumbuh di halaman rumah kawan Mama yang tinggal di Cililitan.
Berbagai jenis warna kembang dari tanaman soka yang bisa saya dapatkan mulai dari warna merah, kuning, oranye, putih dan pink.
Beberapa waktu kemudian, batang batang yang saya tancapkan ke tanah mulai muncul tunas tunas daun dan itu artinya tanaman Soka mulai hidup dan tumbuh.
Singkat cerita setelah beberapa tahun, tanaman Soka yang tumbuh di halaman depan rumah orang tua sudah tumbuh subur dan rimbun serta mulai berbunga.
Bergantian bunga warna merag, kuning dan oranye terus menghiasi tanaman Soka. Sayangnya yang berwarna putih hanya sekali saja berbunga dan entah kenapa setelah itu tak mau berbunga lagi.
Di seputaran lampu taman di halaman depan rumah orang tua, saya tanami tanaman Soka dengan jenis bunga besar berwarna merah dan di lampu taman yang lain saya tanami tanaman Soka dengan jenis bunga kecil berwarna pink.
Tahun demi tahun berlalu, tanaman Soka yang saya tanam di halaman depan rumah orang tua tetap tumbuh subur dan sering berbunga.
Kemudian setelah saya tinggal di Depok, tanaman Soka di halaman depan rumah orang tua satu per satu saya stek batangnya dan saya tanam di halaman depan rumah di Depok.
Tanaman Soka yang saya stek di halaman depan rumah kemudian tumbuh subur namun tak seperti di rumah orang tua, tanaman Soka di halaman depan rumah jarang sekali berbunga, entah kenapa.
Sesekali bunga Soka yang tengah mekar, saya abadikan dengan kamera handphone sebagai kenangan.
Di awal tahun 2017, ketika rumah orang tua di kompleks militer Cijantung 2 kami serahkan kembali ke negara, tanaman Soka yang dulu saya tanam dan masih tumbuh subur harus rela saya tinggalkan untuk selamanya.
Ada rasa sedih dan haru melihat tanaman Soka yang tumbuh di halaman depan ketika saya akan meninggalkan rumah orang tua untuk yang terakhir.
Tahun pun berganti dan saat tiba di tahun 2020 tepatnya tanggal 22 Agustus 2020 ketika itu saya menerbitkan buku pertama saya yang ber-ISBN dengan judul "Anak Kolong Yang Gemar Menulis".
Bulan Agustus di tahun 2020 itu menjadi momentum bagi diri saya untuk memulai berprofesi sebagai seorang penulis buku.
Kemudian sebagian tulisan saya sebanyak 3056 artikel saat menjadi penulis di UC We Media dan telah terpublikasi di media online UC News selanjutnya saya abadikan dalam beberapa buku ber-ISBN lewat penerbit YPTD (Yayadan Pusaka Thamrin Dahlan).
Adapun cover depan buku dari buku ke-4 dan buku ke-5, spesial saya ambil dari foto kembang Soka dari tanaman Soka yang saya tanam.
Kemudian setahun berselang, buku ke-23 kembali saya membuat cover depan juga foto kembang Soka hasil jepretan handphone saya.
Tanaman Soka yang menjadi bagian kenangan dari perjalanan hidup saya kini sudah terabadikan dalam cover buku saya dan tersimpan abadi tidak saja sebagai bagian dari koleksi buku saya namun juga tersimpan abadi di Perpustakaan Nasional dan Perpustakaan Pemerintah Daerah Kota Jakarta.
Alhamdullilah ..
Dokumen pribadi
Sekali Layar Terkembang Surut Kita Berpantang ..
Sobat, ijinkan saya menyampaikan sebuah pantun sebelum saya undur diri :
Bang Ojak Punya Mobil Baru
Sudah Dibawa Ke Bengkulu
Ada Rasa Sedih Dan Haru
Ketika Teringat Kenangan Indah Masa Lalu
***
Selamat beraktivitas ..
Salam sehat .
Salam Damai ..
NH
Depok, 28 Desember 2025





Komentar
Posting Komentar