Belajar Kejujuran Kepada Seorang Pembohong

 


Selamat pagi sobat,

Sesuatu yang ironis memang, tetapi sering kali pelajaran paling jujur justru datang dari seseorang yang akrab dengan kebohongan. 

Dari seorang pembohong, kita bisa belajar betapa rapuhnya kebenaran ketika ia dipermainkan, dan betapa beratnya beban hidup saat harus terus menutupinya dengan cerita kebohongan baru.

Seorang pembohong hidup dalam kewaspadaan tanpa jeda. Setiap kata harus diingat, setiap cerita harus disambung, setiap kesalahan harus segera ditambal dengan kebohongan berikutnya. 

Dari sanalah kita bisa belajar bahwa kebohongan bukan hanya melukai orang lain, tetapi juga menyandera pelakunya sendiri. 

Hidupnya tak pernah benar-benar tenang, sebab ketakutan akan terbongkarnya kebenaran selalu mengintai.

Sedangkan kejujuran sebaliknya, membebaskan. Ia mungkin pahit di awal, namun menenangkan di akhir. 

Melihat seorang pembohong yang terus gelisah, kita bisa belajar bahwa berkata benar meski berisiko namun lebih ringan daripada hidup dalam sandiwara. 

Sementara kejujuran tidak menuntut ingatan yang rumit, tidak membutuhkan topeng, dan tidak memaksa hati untuk berpura-pura.

Dari pembohong, kita juga bisa belajar tentang nilai kepercayaan. Sekali berbohong terbukti, kata-kata berikutnya kehilangan makna. Bahkan ketika bicara kebenaran pun tetap diragukan. 

Di situlah kita memahami bahwa kejujuran adalah social currency yang mahal, sekali rusak, sulit dipulihkan.

Dan membangunnya kembali membutuhkan waktu, kesabaran, serta konsistensi yang panjang bahkan sangat panjang.

Belajar kejujuran kepada seorang pembohong bukan berarti membenarkan kebohongannya, melainkan memetik hikmah dari dampaknya. 

Kita diajak bercermin: apakah kita pernah memilih jalan pintas dengan berbohong demi kenyamanan sesaat ? Apakah kita sadar bahwa setiap kebohongan, sekecil apa pun, menanam benih ketidakpercayaan ?

Pada akhirnya, kejujuran adalah pilihan tepat untuk hidup apa adanya. Seorang pembohong, dengan segala kegelisahannya, mengajarkan satu hal penting yakni hidup tanpa kebohongan memang tidak selalu mudah, tetapi jauh lebih damai. Dan dari sana, kita belajar untuk menjaga lisan, menyelaraskan hati, serta menghormati kebenaran meski kadang terasa pahit.

Semoga bermanfaat ..

Sekali Layar Terkembang Surut Kita Berpantang ..

Selamat beraktivitas ..

Salam sehat .

Salam Damai ..


NH

Depok, 5 Februari 2026

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Minggu Ke-3

Tugas Minggu Ke-2

Tugas Minggu Ke-4