Puisi
Jejak-Jejak Rindu
Di sudut senja yang mulai temaram
Kusaksikan jejak-jejak rindu
Tertulis samar di desiran waktu
Seperti namamu yang tak pernah benar-benar hilang
Langkahku pernah pergi jauh
Menyusuri lorong waktu yang sunyi senyap
Namun di setiap persimpangan jalan
Bayangmu selalu hadir
Diam, tapi menatap tajam ke arahku
Rindu ini tak lagi riuh
Ia menjelma menjadi gunggaman yang lirih
Mengalir perlahan dalam darah
Mengetuk dada tanpa suara
Kadang ia hadir bersama hujan
Menetes di jendela kenangan
Membasahi lembaran kisah
Yang tak sempat kita tamatkan
Jejak-jejak rindu ini
Tak bisa kuhapus
Sebab ia bukan sekadar kenangan
Melainkan menjadi bagian dari perjalanan panjang
Yang menuntunku pulang
Pada arti mencintai dengan ikhlas.
Dan bila suatu hari nanti
Waktu menghapus semua jarak
Biarlah jejak-jejak rindu ini menjadi saksi
Bahwa pernah ada dua hati
yang saling bertaut
Meski hanya dalam diam
NH
Depok, 1 Maret 2026

Komentar
Posting Komentar