Penulis "Remah-Remah"
Selamat pagi sobat,
Kali ini saya sedikit mengulas tentang keberadaan seorang penulis yang dianggap hanya menghasilkan tulisan “remah-remah”. Mungkin tulisannya sederhana, bahasanya tidak berbunga-bunga dan dirinya juga belum dikenal banyak orang terutama di kalangan sesama penulis.
Namun, di balik tulisan yang sederhana itu bisa saja tersimpan tentang pengalaman hidup, pemikiran futuristik, kejelian dalam mengulas dan menganalisa yang kadang tidak dimiliki oleh tulisan-tulisan dari penulis ternama sekalipun.
Sejatinya seorang penulis tidak selalu lahir dari ruang kerja yang nyaman, dengan meja yang rapi dan buku-buku tersusun indah dalam lemari.
Ada penulis yang menemukan ide ketika sedang duduk di warung kopi, berjalan di pinggir jalan, berbincang dengan sahabat, atau bahkan ketika sedang menghadapi persoalan kehidupan.
Tulisan yang terlihat kecil bagi seseorang, bisa menjadi sesuatu yang begitu berarti bagi orang lain. Satu kalimat sederhana mampu menyadarkan seseorang. Satu paragraf dapat menguatkan hati yang sedang rapuh. Bahkan sebuah tulisan pendek terkadang mampu membuat pembacanya merenung sepanjang hari.
Oleh sebab itu, jangan mengukur kualitas penulis hanya dari jumlah pembaca, banyaknya pengikut, atau seberapa sering tulisannya dibicarakan orang banyak.
Popularitas bukan satu-satunya ukuran kualitas. Ada penulis yang tidak terkenal, tetapi tulisannya jujur. Ada yang tidak memiliki banyak pembaca, tetapi konsisten berkarya. Ada pula yang menulis bukan untuk mengejar tepuk tangan, melainkan sekadar ingin meninggalkan jejak pemikiran.
Penulis “remah-remah” pun tetap memiliki perjalanan dalam rekam jejaknya. Setiap tulisan adalah sebuah excercise. Setiap paragraf adalah proses belajar. Setiap kritik adalah pengalaman. Dari tulisan sederhana hari ini, bisa lahir tulisan yang lebih matang esok hari.
Oleh karena itu, jangan pernah meremehkan tulisan seorang penulis "remah-remah" hanya karena dianggap tidak hebat atau tidak terkenal.
Cara yang bijak adalah jika tidak suka, cukup lewatkan. Jika ada kekurangan, berikan kritik yang membangun. Sebab kita tidak pernah tahu berapa besar keberanian yang dibutuhkan seseorang untuk menuangkan pikirannya menjadi sebuah tulisan.
Menulis bukan hanya tentang menjadi terkenal. Menulis adalah tentang keberanian menyampaikan apa yang ada di dalam pikiran dan hati.
Jadi sekali lagi, jangan pernah remehkan penulis "remah-remah". Bisa jadi hari ini ia hanya menulis kata-kata sederhana, tetapi suatu hari nanti tulisan-tulisan sederhana itu justru menjadi warisan pemikiran yang dikenang oleh banyak orang.
Sebab tidak semua yang kecil itu tidak berarti. Kadang-kadang, dari remah-remah kecil itulah sebuah kehidupan, gagasan, dan perubahan besar dimulai.
Semoga bermanfaat ..
Sekali Layar Terkembang Surut Kita Berpantang ..
Selamat beraktivitas ..
Salam sehat ..
Salam Damai ..
NH
Depok, 24 Agustus 2026

Komentar
Posting Komentar