Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2026

Puisi 3

Gambar
  Kulihat Wajahmu di Balik Purnama Ketika malam perlahan semakin pekat Cahaya purnama menabur pesona Namun rinduku tetap mencari wajahmu di sana Di antara sunyi dan desiran angin semilir Namamu hadir dalam bisikan Seperti kenangan yang tak pernah ingin pergi  Meninggalkan ruang kerinduan Purnama memancar begitu indah Namun hatiku tak mampu berpaling Sebab di balik cahaya yang merekah Ada wajahmu yang selalu terbayang Andai malam dapat menyampaikan rindu yang kusimpan dalam diam Akan kukirimkan sejuta harapan Agar kau tahu betapa dalamnya kerinduan ini Kulihat wajahmu di balik purnama Meski hanya semu dalam pandangan Kau tetap tinggal di relung hati Menjadi cahaya dalam kesepian Biarlah purnama terus bercahaya Menjadi saksi cinta yang tak pernah open berubah Sebab sejauh apa pun jarak kita Namamu tetap hidup di dalam doa NH Depok, 4 September 2026

Puisi 2

Gambar
  Penulis Renta Di Ujung Senja Di ujung senja  Ketika matahari perlahan menyembunyikan wajahnya di balik cakrawala Seorang penulis renta masih asyik duduk di depan laptop Rambutnya telah banyak yang memutih Langkahnya tak lagi secepat dahulu Matanya pun mulai rabun membaca huruf-huruf kecil Namun ada satu hal yang belum pernah benar-benar renta  Semangatnya untuk terus menulis Baginya, menulis bukan lagi tentang mengejar popularitas Bukan pula tentang mencari pujian  Menulis adalah cara untuk mengabadikan perjalanan hidup Seperti tentang cinta yang pernah hadir  Tentang kehilangan yang pernah menyakitkan Tentang persahabatan yang tulus Tentang kekecewaan yang sulit terlupakan Dan tentang kebahagiaan yang sering kali terlupakan Di usia renta, ia menyadari bahwa hidup bukanlah perlombaan Tentang siapa yang paling cepat sampai Hidup adalah perjalanan panjang untuk belajar memahami arti keikhlasan Setiap kata yang dituliskannya Menjadi saksi perjalanan Setiap halama...

Puisi 1

Gambar
  Saat Senja Tiba Saat senja tiba, langit pun perlahan memerah Angin berhembus semilir membawa sunyi Yang entah mengapa seolah menyebut namamu Di antara cahaya yang mulai meredup Ada bayanganmu berjalan  perlahan di ingatanku dan mengusik hati Yang berusaha melupakan Aku menatap ufuk barat Berharap senja tak segera berlalu Sebab dalam warna jingganya Aku masih bisa menemukanmu Meski hanya sebatas bayang-bayang semu Rinduku tak pernah bertanya Kapan harus berhenti Ia tumbuh bersama waktu Menetap di sudut hati Yang tak pernah mampu mengusirmu Saat malam akhirnya tiba Bayanganmu pun perlahan menghilang Namun cintaku tetap tinggal Menjadi doa yang diam-diam kupanjatkan Agar suatu hari nanti kita kembali dipertemukan Sebab setiap senja tiba Aku selalu mengerti tentang satu hal Sejauh apa pun kau pergi Ada bagian dari dirimu Yang tetap tinggal di dalam hatiku NH Depok, 2 September 2026

Puisi

Gambar
  Biarlah Sejenak Aku Memandangmu Biarlah sejenak aku memandangmu Ada rindu yang sekonyong-konyong hadir Di antara diam yang tak terucap Di antara hati yang masih menyimpan rasa Tatapan matamu begitu sendu Namun mampu mengguncang hatiku Seakan waktu berhenti sejenak Memberi ruang untukku mengingatmu Biarlah sejenak aku memandangmu Aku kembali mengenang  Pada masa ketika senyummu adalah bahagia Dan kehadiranmu menjadi sebab Mengapa hatiku enggan beranjak pergi Kini aku hanya mampu memandangmu Tanpa berani mendekat Menyimpan rasa dalam diam Sebab takdir tak lagi menuliskan kita dalam satu cerita Namun percayalah Meski hanya sejenak aku memandangmu Hatiku telah kembali menemukan Seseorang yang tak pernah benar-benar pergi Sebab engkau, masih bersemayam di sudut terdalam rinduku NH Depok, 1 September 2026